HealthFantastico

28 April, 2008

Teh Hijau Kurangi Resiko Kanker Prostat

Diarsipkan di bawah: Health — uulfantastico @ 11:57 am

HealthTechno - Suatu studi yang dilakukan tim ahli di Jepang menemukan bahwa kaum pria yang rajin minum teh hijau sebanyak lima cangkir dalam sehari diketahui dapat mengurangi resiko penyakit kanker prostat, ketimbang yang hanya minum dua cangkir teh sehari.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim riset dari Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan, dan Tenaga Kerja Jepang yang melibatkan sedikitnya 50.000 pria, demikian Kyodo News, di Tokyo, Rabu (19/12).

Menurut tim yang dipimpin oleh Shoichiro Tsugane itu, kebiasaan meminum teh hijau ternyata mampu melokalisir sel kanker yang biasa berada di dalam prostat. Tsugane sendiri sehari-hari adalah Kepala Divisi Epidemologi dan Pencegahan dari Pusat Kanker Nasional Jepang.

Teh hijau atau dalam bahasa ilmiahnya Camellia sinensis, sejak lama diketahui memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh, namun penelitian terbaru itu semakin mengukuhkan khasiat teh hijau.

Para ilmuwan Jepang percaya bahwa teh hijau memiliki sejumlah kandungan tertentu, diantaranya antioksiden polyphenol, fluoride, mangaan, kafein, dan tanin.

Antioksidan polyphenol bermanfaat mengurangi resiko penyakit jantung, membunuh sel tumor, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, juga membantu kelancaran proses pencernaan.

Fluoride adalah mineral yang mampu mencegah pertumbuhan karies gigi, mencegah radang gusi, dan gigi berlubang. Kandungan mangaan, diketahui dapat membantu kestabilan kadar gula dalam darah.

Sedangkan kandungan kafein yang ada pada teh hijau berbeda dengan kafein yang terdapat dalam kopi. Kandungan kafein dalam teh hijau hanya sebanyak 3-5%, maka akan membuat tubuh dan pikiran terasa lebih segar.

Sementara tanin, diketahui mampu mencegah dan mengobati gangguan ginjal, bahkan daun teh yang masih basah dapat digunakan sebagai kompres bila terkena gigitan serangga atau bisa juga sebagai penyegar untuk mata lelah. (*uul.peterpan@yahoo.co.id)

Lensa Kontak Bionik Sedang Dalam Pengembangan

Diarsipkan di bawah: Techno — Tag: — uulfantastico @ 11:20 am

HealthTechno - Dalam film fiksi ilmiah, tokoh manusia setengah robot seperti dalam The Terminator digambarkan mampu menampilkan informasi-informasi penting atau malah melakukan proses zooming langsung dari bola mata mereka. Dalam waktu dekat fitur ini tak akan hanya dimiliki manusia super itu, manusia biasa pun dapat menikmati kemudahan yang dulu cuma ada di film saja.

Para peneliti dari University of Washington sedang menjajaki kemungkinan untuk menanamkan fitur-fitur canggih itu ke dalam sepasang lensa kontak biasa. Fitur ini diharapkan dapat diterapkan sebagai alat bantu bagi pilot atau pengendara mobil untuk mengetahui kecepatan atau info lain langsung dari bola mata mereka. Bahkan mungkin bisa digunakan sebagai pengganti layar monitor komputer saat browsing internet.

Lensa kontak yang masih berbentuk prototype ini sudah memiliki electric circuit dan LED (Light Emitting Diode) yang digunakan sebagai display. Nantinya mereka akan mencoba memasukkan catu daya lewat frekwensi yang dikombinasikan dengan sel surya sehingga memungkinkan lensa kontak ini berkomunikasi dengan perangkat lain.

Proses memasukkan electric circuit ke dalam lensa kontak ini tidaklah mudah karena lensa kontak sendiri terbuat dari bahan organik lentur yang aman untuk mata sementara electric circuit dibuat dari bahan non-organik dan materi yang tidak aman untuk mata.

Para peneliti membuat electric circuit itu dari logam dalam ukuran yang sangat kecil. Lapisan logam ini berukuran seperseribu ukuran rambut manusia. Komponen ini kemudian disusun pada selembar plastik yang lentur yang menjadi bahan lensa kontak super ini.

Pada saat diuji cobakan pada seekor kelinci selama 20 menit, lensa kontak ini tidak menunjukkan dampak buruk apapun. Diharapkan bahwa lensa kontak inipun tidak akan berbahaya bila digunakan manusia nantinya. (uul.peterpan@yahoo.co.id)

26 April, 2008

Berpuasa Kurangi Dampak ‘Chemotherapy’ Kanker

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — uulfantastico @ 3:58 am

HealthTechno – Melakukan puasa beberapa hari dapat
melindungi pasien dari sejumlah efek samping chemotherapy
kanker yang berbahaya dan tak menyenangkan, demikian
dikatakan oleh sejumlah ahli, Sabtu.
Para peneliti mengatakan mereka telah memberikan kepada
hewan percobaan tikus dosis tinggi chemotherapy setelah
sebagian dibiarkan berpuasa dan sebagian lagi diberi makan.
Kelompok tikus yang berpuasa dapat bertahan hidup
sementara yang diberi makan didapatkan mati, demikian
mereka melaporkan hasil penelitiannya ke National Academy
of Sciences.
Para peneliti menekankan bahwa jangan melakukan hal itu dulu karena harus
dilakukan penelitian lebih lanjut.
Namun dikatakan hasil temuan tersebut setidaknya membuka jalan bagi penggunaan
chemotherapy secara lebih efektif membunuh sel tumor sementara tetap
mempertahankan sel yang sehat.
“Para dokter yang mengobati pasiennya mengatakan apabila hal tersebut berhasil
maka cara itu akan dianjurkan kepada para pasiennya,” kata Viktor Longo dari
Universitas California selatan.
“Para pasien semuanya mengatakan mereka merasa sangat tidak nyaman setelah
menjalani chemotherapy dan mereka mengalami penurunan berat badan yang
drastis karena rasa mual dan tidak enak yang diakibatkan setelah menjalani
pengobatan itu.”
Kini Longo mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan uji klinis terhadap manusia.
Namun Longo dan rekan-rekannya terlebih dahulu menguji tes ragi, dan setelah itu
baru tes pada sel manusia di cawan laboratorium. Mereka menemukan sel manusia
yang sehat yang lapar akan zat makanan dapat bertahan dari kondisi setelah
chemotherapi namun sel kanker tidak.
“Secara teori hal itu membuka peluang baru bagi perawatan dan penanganan yang
akan membolehkan pemberian dosis chemo yang lebih tinggi.”
“Cara itu merupakan satu pendekatan pengobatan yang baru yang pantas untuk
dilakukan keberhasilan uji klinisnya,” kata peneliti kanker Pinhas Cohen dari
Universitas California, Los Angeles yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Hibernasi
Longo dan rekan-rekannya mengatakan hewan percobaan tikus yang diberi makanan
kalori rendah dapat hidup lebih lama, karena sel tubuh mereka dapat menolak stres
lebih baik.
Mereka juga menemukan bahwa sel-sel yang memasuki tahapan hibernasi (tidur
sementara), sementara sel kanker membuat tumor karena mereka ,mengalami
perubahan pertumbuhan yang diluar kendali.
Longo merasa heran apabila reaksi dari sel yang kelaparan tersebut dapat
merupakan solusi untuk membedakan sel tubuh yang sehat dengan sel kanker.
Seorang ahli kanker mengatakan berpuasa beberapa hari lamanya tak akan
membahayakan pasien kanker. “Hal itu dapat diterapkan pada hampir sebagian
besar pasien,” kata Dr. David Quinn dari Universitas California selatan.”
(*/uul.peterpan@yahoo.co.id)

Blog pada WordPress.com.